Agar doa kita dikabulkan Allah

1. Berdoa hanya kepada Allah saja; dengan ikhlash (menjauhi segala bentuk kesyirikan dalam berdoa)

Allah berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina

(Ghaafir: 60)

Allah berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus…

(Al-Bayyina: 5)

Allah berfirman:

قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهُ دِينِي

Katakanlah: “Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”.

(Az-Zumar: 14)

Dan seorang MUSLIM, paling tidak membaca firmanNya berikut 17x dalam sehari:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

HANYA KEPADAMU KAMI BERIBADAH, dan hanya kepadamu kami memohon pertolongan

(Qs Al Faatihah: 5)

Maka dalam hal ini,

1. Kita diperintah untuk berdoa kepada Allah, dan tidak berdoa kepada selainNya, tidak pula menyertakan sekutu bagiNya ketika berdoa.

2. Orang-orang yang menyombongkan diri untuk berdoa (menyembah) kepada Allah, maka ia diancamkan neraka.

3. Termasuk orang-orang yang menyombongkan diri adalah orang-orang yang tidak pernah menyembah Allah, tidak pernah berdoa kepadaNya, serta merasa cukup pada dirinya sendiri.

4. Termasuk pula orang-orang yang menyombongkan diri adalah orang-orang yang menyembah selain Allah. Yaitu menyeru kepada malaikat, menyeru kepada nabi-nabi, menyeru kepada orang-orang shalih atau dianggap shalih, menyeru kepada kuburan, menyeru kepada dewa-dewa, patung-patung, dan lain-lain.

5. Termasuk pula orang-orang yang menyombongkan diri adalah orang-orang yang menyembah Allah, tapi menyertakan sesembahan lain selainNya. Yaitu, disamping ia berdoa kepada Allah, ia pun berdoa kepada selainNya.

6. Adapun orang yang benar dalam berdoa adalah orang yang hanya berdoa kepada Allah saja, tidak berdoa kepada selainNya, tidak pula mengadakan sekutu bagiNya ketika berdoa, tidak pula ia berdoa hanya untuk dilihat atau didengar manusia atau untuk mencari popularitas, kekayaan, kekuasaan dll. Namun ia berdoa karena kebutuhannya kepada Allah, ikhlash karenaNya.

2. Berdoa dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam

Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada perintahnya maka perkara itu tertolak”.

(HR. Bukhariy)

Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada dasar dari kami maka amalan itu tertolak.”

(HR. Muslim)

Dalam berdoa kita harus menempuh CARA YANG BENAR, sebagaimana dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Sesungguhnya tuntutnannya dalam beragama TELAH TERCUKUPI. Tidak perlu bagi kita MENG-ADA-ADAKAN TATA-CARA tersendiri, sehingga kita menyelisihi beliau, dan merasa berbuat lebih baik dari beliau. Wallahul Musta’aan. Continue reading

Advertisements