Stop

“Maaf ya hanya bisa bantu dengan DOA”, mungkin kita salah satunya yg sering mengucapkan itu tatkala saudara atau teman kita mendapat masalah atau musibah seolah-olah DOA adalah bantuan terkecil yg bisa kita lakukan, namun pernahkah kita menyadari bahwa apapun yg kita lakukan semuanya bisa terjadi atas kehendak Allah, begitu pula sebaliknya bantuan apapun juga tidak akan berguna kalau Allah menghendakinya lain.. Umar Bin Khabat Berkata : “yang aku takutkan bukanlah tidak dikabulkannya doa tapi lalainya aku dalam berdoa.”

Yang mirisnya lagi kadang DOA dijadikan sebagai bahan ejekan atau mainan, mungkin kita pernah mengalaminya ketika teman meminta bantuan untuk mengambil sesuatu atau sedang sibuk-sibuknya bersama-sama mengangkat benda yang berat, tiba-tiba seseorang bercanda sambil mengatakan “saya bantu doa adja ya” dibarengi dengan gelak tawa bersama dan anehnya lagi, ini jadi tren. Nauzubillahi Minzaliq… Padahal pemilik doa itu Allah pencipta alam semesta, Allah berfirman dalam QS Al-Mu’min ayat 60 :
_
dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku* akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS: Al-Mu’min 60)
hina saja sudah cukup merendahkan seorang hamba hina dina menunjukan benar-benar hinanya seorang hamba yg enggan berdoa, gimana kalau yang menjadikan doanya mainan atau ejekan, Sadarkah yangg kita ejek itu Allah pencipta alam semesat ini.

!!!! Stop menjadikan Ayat-ayat Allah bahan candaan dan Ejekan !!!
cukuplah ayat ini menjadi penegur bagi kita semua :

“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
(At Taubah 65-67)